Jumat, 29 Oktober 2010

Apa Sich Cinta Itu???


CINTA??? Sebenarnya apa sih cinta itu? Mengapa cinta itu bisa membuat orang-orang yang terlibat didalamnya atau yang merasakannya menjadi senang, bahagia dan bahkan sedih?

Saya pun tidak begitu mengerti apa yang dinamakan dengan cinta yang sebenarnya, cinta yang tulus, cinta yang benar menurut pandangan agama dan sebagainya. Maka dari itu mari kita bersama-sama mengenal atau mempelajari beberapa teori mengenai cinta.

Berdasarkan kamus umum bahasa Indonesia karya dari W.J.S. Poerwadarminta, menjelaskan bahwa Cinta itu adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Cinta itu bisa dikatakan sebagai suatu perasaan yang lebih mendalam dan Kasih itu dapat diwujudkan secara nyata.

Cinta bila dilihat dari sudut pandang ilmu Psikologi
Di dalam ilmu Psikologi ada beberapa tokoh yang menjelaskan mengenai teori-teori dari Cinta seperti Erich Fromm, R. Sternberg, Psikolog Kelley, dan juga Psikolog Dr. Sarlito W. Sarwono berikut ini adalah penjelasannya.
Menurut Erich Fromm (dalam Sodiq, 2010) di dalam cinta yang utama itu adalah rasa saling memberi dan bukan menerima. Memberi merupakan suatu ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan, memberi dalam arti hal-hal yang sifatnya manusiawi bukan materi. Fromm juga menjelaskan beberapa unsur dari cinta, yaitu :

 Care atau peduli yaitu kalau kita mencintai seseorang maka kita harus menaruh perhatian serius pada kebahagiaan dan perkembangan pribadinya.

 Bertanggung jawab yaitu siap memenuhi kebutuhan psikis orang yang dicintai dan membuatnya bahagia.

 Respect atau hormat maksudnya kita mampu memandang dan menerima orang yang kita cintai dengan apa adanya, baik itu kebaikannya maupun keburukannya. Dalam artian tidak memaksakan seseorang yang kita cintai itu untuk memiliki kepribadian yang sama dengan kita. Hubungan cinta yang ideal itu tidak saling bergantung dan tidak saling meneksploitasi, artinya masing-masing harus bisa mandiri tetapi juga tetap saling mendukung satu sama lain.

Menurut Sternberg seorang psikolog (dalam Sodiq, 2010) menjelaskan bahwa Cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Sternberg terkenal dengan teorinya tentang Triangular Theory of Love (cinta segitiga) yang mengandung komponen yaitu :

 Keintiman (intimacy) yang merupakan elemen dari emosi, didalamnya terdapat suatu kehangatan, kepercayaan (trust), dan keinginan untuk membina suatu hubungan. Misalnya ; seseorang yang sedang jatuh cinta akan merasa nyaman bila berbicara atau berkomunikasi dengan orang yang ia sukai itu dan juga merasa sangat rindu bila lama tidak bertemu.

 Gairah (passion) merupakan elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual.

 Komitmen (commitment) merupakan elemen kognitif yang berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama.

Cinta yang ideal adalah apabila ketiga komponen tersebut berada dalam proporsi yang sesuai pada waktu tertentu.

Menurut Kelley (dalam Sodiq, 2010) cinta dibagi menjadi tiga, yaitu :

1. Cinta karena nafsu : cinta jenis ini cenderung tak terkontrol karena hubungan antara dua orang yang atas nama cinta ini dikuasai oleh emosi yang berlebihan, dan disinilah istilah cinta buta berlaku.

2. Cinta pragmatis : pada cinta jenis ini ada keseimbangan antara rasa suka dan duka atau ada hubungan timbal balik, dan pada cinta jenis ini kedua orang yang terlibat cenderung dapat mengontrol perasaannya.

3. Cinta altruistik : pada cinta jenis ini biasanya dimiliki oleh seorang ibu untuk anaknya dan biasanya disertai oleh rasa kasih sayang yang tak terbatas.

Pengertian tentang cinta juga dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu :

1. Keterikatan yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segalanya diprioritaskan untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dia. Yah mungkin segala sesuatu yang dimilikinya akan diberikan hanya untuk orang tersebut.

2. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Misalnya panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan lain (sayang dan sebagainya), makan dan minum dalam satu piring dan gelas tanpa ada rasa risih, saling pinjam meminjam pakaian, tidak saling menyimpan rahasia dan lain sebagainya.

3. Kemesraan yaitu adanya rasa ingin dibelai atau membelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang dan sebagainya.

Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Rasulullah (untuk umat muslim). Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri atau suami dan kerabat. Cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan juga tempat tinggal.

Maka dari itu sebagai manusia kita harus berusaha untuk bisa menjaga rasa cinta dengan baik dan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang dilarang, apalagi melakukan hal-hal yang yidak diinginkan dengan berdalih atas nama cinta.

Banyak orang yang bilang bahwa “Cinta itu tidak harus memiliki” khususnya untuk rasa cinta kepada lawan jenis...yah saya setuju bahwa janganlah kita memaksakan kehendak kita dalam arti kita memaksa orang yang kita cintai itu harus kita miliki dan harus mencintai kita juga karena dengan begini kita hanya dapat memiliki fisik dari orang tersebut tetapi kenyataannya kita tidak mendapatkan cinta yang tulus dari orang tersebut (hati dan jiwanya).

Sumber :

Nugroho .W & Muchji .A. (1994). Ilmu Budaya Dasar (Seri Diktat Kuliah). Jakarta: Universitas Gunadarma.

Sodiq .B. (2010). Ya Allah, Aku Jatuh Cinta!. Sukoharjo: Samudera.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Senin, 18 Oktober 2010

Determinisme Teknologi Marshal McLuhan

Determinisme Teknologi Marshall McLuhan

June 3, 2008

tags: determinisme teknologi, marshall mcluhan, technological determinisme
by yearry

Marshal McLuhan

Marshall McLuhan, media-guru dari University of Toronto, pernah mengatakan bahwa the medium is the mass-age. Media adalah era massa. Maksudnya adalah bahwa saat ini kita hidup di era yang unik dalam sejarah peradaban manusia, yaitu era media massa.

Terutama lagi, pada era media elektronik seperti sekarang ini. Media pada hakikatnya telah benar-benar mempengaruhi cara berpikir, merasakan, dan bertingkah laku manusia itu sendiri. Kita saat ini berada pada era revolusi, yaitu revolusi masyarakat menjadi massa, oleh karena kehadiran media massa tadi.

McLuhan memetakan sejarah kehidupan manusia ke dalam empat periode: a tribal age (era suku atau purba), literate age (era literal/huruf), a print age (era cetak), dan electronic age (era elektronik). Menurutnya, transisi antar periode tadi tidaklah bersifat bersifat gradual atau evolusif, akan tetapi lebih disebabkan oleh penemuan teknologi komunikasi.

The Tribal Age. Menurut McLuhan, pada era purba atau era suku zaman dahulu, manusia hanya mengandalkan indera pendengaran dalam berkomunikasi. Komunikasi pada era itu hanya mendasarkan diri pada narasi, cerita, dongeng tuturan, dan sejenisnya. Jadi, telinga adalah “raja” ketika itu, “hearing is believing”, dan kemampuan visual manusia belum banyak diandalkan dalam komunikasi. Era primitif ini kemudian tergusur dengan ditemukannya alfabet atau huruf.

The Age of Literacy. Semenjak ditemukannya alfabet atau huruf, maka cara manusia berkomunikasi banyak berubah. Indera penglihatan kemudian menjadi dominan di era ini, mengalahkan indera pendengaran. Manusia berkomunikasi tidak lagi mengandalkan tuturan, tapi lebih kepada tulisan.

The Print Age. Sejak ditemukannya mesin cetak menjadikan alfabet semakin menyebarluas ke penjuru dunia. Kekuatan kata-kata melalui mesin cetak tersebut semakin merajalela. Kehadiran mesin cetak, dan kemudian media cetak, menjadikan manusia lebih bebas lagi untuk berkomunikasi.

The Electronic Age. Era ini juga menandai ditemukannya berbagai macam alat atau teknologi komunikasi. Telegram, telpon, radio, film, televisi, VCR, fax, komputer, dan internet. Manusia kemudian menjadi hidup di dalam apa yang disebut sebagai “global village”. Media massa pada era ini mampu membawa manusia mampu untuk bersentuhan dengan manusia yang lainnya, kapan saja, di mana saja, seketika itu juga.

Inti dari teori McLuhan adalah determinisme teklologi. Maksudnya adalah penemuan atau perkembangan teknologi komunikasi itulah yang sebenarnya yang mengubah kebudayaan manusia. Jika Karl Marx berasumsi bahwa sejarah ditentukan oleh kekuatan produksi, maka menurut McLuhan eksistensi manusia ditentukan oleh perubahan mode komunikasi.

Kalau mau kita lihat saat ini tidak ada satu segi kehidupan manusia pun yang tidak bersinggungan dengan apa yang namanya media massa. Mulai dari ruang keluarga, dapur, sekolah, kantor, pertemanan, bahkan agama, semuanya berkaitan dengan media massa.
Hampir-hampir tidak pernah kita bisa membebaskan diri dari media massa dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam bahasa Em Griffin (2003: 344) disebutkan, “Nothing remains untouched by communication technology”.

McLuhan juga menyebutkan bahwa media massa adalah ekstensi atau perpanjangan dari inderawi manusia (extention of man). Media tidak hanya memperpanjang jangkauan kita terhadap suatu tempat, peristiwa, informasi, tapi juga menjadikan hidup kita lebih efisien. Lebih dari itu media juga membantu kita dalam menafsirkan tentang kehidupan kita.

Medium is the message. Dalam perspektif McLuhan, media itu sendiri lebih penting daripada isi pesan yang disampaikan oleh media tersebut. Misalkan saja, mungkin isi tayangan di televisi memang penting atau menarik, akan tetapi sebenarnya kehadiran televisi di ruang keluarga tersebut menjadi jauh lebih penting lagi. Televisi, dengan kehadirannya saja sudah menjadi penting, bukan lagi tentang isi pesannnya.
Kehadiran media massa telah lebih banyak mengubah kehidupan manusia, lebih dari apa isi pesan yang mereka sampaikan.

Dilema yang kemudian muncul seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi adalah bahwa manusia semakin didominasi oleh teknologi komunikasi yang diciptakannya sendiri. Teknologi komunikasi bukannya dikontrol oleh manusia namun justru kebalikannya, kita yang dikontrol oleh mereka.

Sebagai contoh, betapa gelisahnya kita kalau sampai terlewat satu episode sinetron kesayangan yang biasanya kita tonton tiap hari. Atau mungkin kalau kita sudah lebih dari seminggu tidak membuka halaman Friendster di internet. Satu hari saja tidak menonton televisi mungkin kita akan merasa betapa kita telah ketinggalan berapa banyak informasi hari itu.

Kehadiran media massa, dan segala kemajuan teknologi komunikasi yang lainnya, seharusnya menjadikan kehidupan manusia lebih baik. Namun ketika yang terjadi justru sebaliknya, kita menjadi didominasi oleh media massa dan teknologi komunikasi yang semakin pesat tersebut, maka ini menjadi sebuah ironi.

Daftar Pustaka:

Griffin, Emory A., A First Look at Communication Theory, 5th edition, New York: McGraw-Hill, 2003, page 341—354

Nb : mau tau lebih lengkap tentang teori ini googling aja hehehe... 

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Cinta Bagaikan Kupu-Kupu

Untuk kalian yang.....MASIH SINGLE

Cinta ibarat KUPU-KUPU. Makin kau kejar, makin ia menghindar. Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat kau tak menduganya. Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti, tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerimanya. Jadi tenang-tenang saja jangan terburu-buru dan pilihlah yang terbaik.
Untuk kalian yang ......RAGU - RAGU DENGAN PERNIKAHAN
Cinta bukannya perkara menjadi “ORANG SEMPURNA”nya seseorang. Justru perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu menjadikan dirimu menjadi sesempurnanya.

Untuk kalian yang .........SUDAH MENIKAH

Kalau Cinta jangan katakan “INI SALAHMU !” tapi “Maafkan aku, ya?” Bukan “KAU DIMANA?!“ melainkan “AKU DISINI, KENAPA?” Tidak “KOK BISA SIH KAU BEGITU ?” tapi “AKU MENGERTI“. Dan juga “COBA, SEANDAINYA KAU.... “ akan tetapi “TERIMA KASIH YA, KAMU BEGITU....”

Untuk kalian yang......PATAH HATI

Sakit patah hati bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya. Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dan Hikmahnya.

Untuk kalian yang........BELUM PERNAH JATUH CINTA

Bagaimana kalau jatuh cinta : Mau jatuh jatuhlah tapi jangan sampai terjerumus, tetaplah konsisten tapi jangan terlalu “NGOTOT”, berbagilah dan jangan sekali - kali tidak Fair. Berpengertianlah dan cobalah untuk tidak menuntut, siap - siaplah untuk terluka dan menderita tapi jangan kau simpan semua rasa sakitmu itu.

Untuk kalian yang .........INGIN MENGUASAI

Hatimu patah melihat yang kau cintai berbahagia dengan oranglain, tapi seharusnya akan lebih sakit mengetahui bahwa yang kau cintai ternyata tidak bahagia bersamamu.

Untuk kalian yang........TAKUT MENGAKUI

Cinta menyakitkan bila anda putuskan hubungan dengan seseorang. Itu malah lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan denganmu. Tapi cinta paling menyakitkan bila orang yang kau cintai sama sekali tidak mengetahui perasaanmu terhadapnya.

Untuk kalian yang........MASIH BERTAHAN MENCINTAI SESEORANG YANG SUDAH PERGI

Hal menyedihkan dalam hidup ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta, hanya kemudian pada akirnya kau menyadari bahwa dia bukanlah jodohmu dan kau telah menyia-nyiakan bertahun-tahun untuk seseorang yang tidak layak. Kalau sekarang pun ia sudah tak layak, 10 tahun dari sekarangpun ia juga tak akan layak. Maka biarkan ia pergi dan lupakan.

Untuk kalian yang.......TIPE PLAYBOY / PLAYGIRL

Jangan katakan “AKU CINTA PADAMU” bila kau tidak benar-benar peduli padanya. Jangan bicarakan soal perasaan - perasaan itu bila tidak benar - benar ada. Jangan kau Sentuh hidup seseorang bila kau berniat mematahkan hatinya. Jangan menatap ke dalam matanya bila kau apa yang kau kerjakan cuma berbohong. Hal terkejam yang bisa dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta, padahal kau tidak berniat sama sekali untuk menerimanya saat ia terjatuh....

Sumber : Buku berjudul “Ya Allah, Aku Jatuh Cinta!” (Mengelola Cinta Tanpa Harus Terkena Dosa)... Penulis  Burhan Sodiq... Penerbit  Samudera... Tahun  2007

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Jatuh Cinta Diam-Diam

Jatuh Cinta Diam-Diam

Disini hanya ada aku sendiri duduk disebuah bangku taman dibelakang halaman rumahku, saat itu perasaan ku sangat sedih dan tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk dapat menghilangkannya dalam hatiku ini. Aku pun tak tahu harus mencurahkan semua yang aku rasakan saat ini kepada siapa karena tak ada satu pun teman ku yang bersedia meluangkan waktunya untuk ku dengan alasan mereka sangat sibuk.

Baiklah aku mengerti alasan yang mereka berikan itu dan aku pun sampai tidak berani untuk membuka internet, mungkin terdengar sedikit membingungkan karena apa hubungannya antara perasaan ku dengan media internet itu. Yah..menurut ku ada hubungannya karena setiap kali aku membukanya pasti aku akan melihat atau membaca sesuatu yang akan membuat perasaan ku kecewa dan sakit lagi.

Berawal dari perasaan seorang perempuan biasa yang belum meraih cita-citanya karena memang dia sedang berusaha untuk menyelesaikan study-nya...yah itu adalah aku. Beberapa tahun yang lalu, aku menaruh simpati kepada seorang laki-laki yang bisa dibilang sangat pekerja keras dan juga smart. Dia adalah salah satu mahasiswa di kampus ku tetapi beda angkatan dengan ku karena dia mahasiswa S2 dan jurusan kami pun berbeda. Kami tidak saling mengenal hanya saja entah mengapa aku selalu memperhatikannya, awalnya perasaan ku biasa-biasa saja karena menurut ku perbedaan usia diantara kami yang cukup jauh sehingga membuat aku hanya mengaguminya saja.

Sempat tak terbayangkan oleh ku untuk dapat berkenalan dengannya tapi ternyata waktu itu aku bisa juga bertatapan langsung dan berkenalan dengannya karena memang teman ku sudah kenal lebih dulu dengan dia sehingga kami bisa berkenalan. Semenjak itulah kami suka berkomunikasi melalui salah satu media jejaring sosial walaupun tidak terlalu sering tapi yah lumayan juga, apalagi ketika pertanyaan atau sapaan ku mendapatkan respon yang positif dari dia itu bisa membuat aku sangat bahagia.

Sampai suatu saat dilain kesempatan kami bisa berjumpa kembali yaitu disuatu acara yang diadakan oleh teman ku yang tinggal diluar kota karena kebetulan saat itu aku sedang berada di kota yang sama maka aku menyempatkan untuk hadir diacara teman ku itu, apalagi ketika aku tahu bahwa dia juga hadir dan itu juga yang membuat ku semangat datang kesana. Ketika aku duduk bersama teman-teman ku dibarisan belakang, tak disangka dia yang duduk dibarisan paling depan melihat ke arah kami dan tersenyum ramah kepada kami.

Setelah acara selesai, dia menghampiri kami dan mengajak kami mengobrol. Tak disangka juga ternyata dia masih mengenal dan mengingat nama ku, saat itu aku pun sangat bahagia karena ditengah kesibukannya apalagi dia pasti sering bertemu dengan banyak orang ternyata dia masih mengingat nama ku yang menurut ku tidaklah mungkin karena kami baru sekali bertemu waktu itu.

Semenjak itu kami menjadi cukup sering berkomunikasi walaupun lagi-lagi hanya melalui media jejaring sosial saja karena aku tidak memiliki nomor handphone-nya dan di kampus kami juga jarang berjumpa, yah aku bisa mengerti mengapa dia tidak memberitahu nomor handphone-nya kepadaku karena itu adalah privasi untuknya. Tak disangka setelah pertemuan itu aku menjadi sering memikirkannya bahkan aku sampai menyimpan foto-fotonya yang aku dapat dari profil jejaring sosialnya, hal ini yang membuat aku sangat bahagia apabila aku mengingat kejadian-kejadian yang lalu.

Namun selang waktu yang tak terlalu lama, aku pun dihadapkan dengan suatu kenyataan yang membuat harapan ku seakan-akan musnah. Ketika itu entah mengapa aku ingin sekali membuka internet dan ternyata firasat ku benar, aku membaca semua obrolan-obrolannya dengan perempuan lain distatus jejaring sosialnya yang menurut ku sangat berbeda ketika dia membalas pesan-pesan ku dan perempuan itu tidak lain adalah kakak kelas ku sendiri yang sekarang bekerja sebagai seorang dosen di kampus ku.

Aku harus akui mungkin dia merasa lebih nyaman bila berkomunikasi dengan kakak kelas ku itu karena memang usia mereka yang tidak terlalu jauh dan juga teman ku itu bisa dibilang sebagai wanita yang tangguh karena saat ini dia telah menyandang gelar S2 dan memiliki karier yang bagus dibandingkan aku yang belum ada apa-apanya. Rasa minder selalu muncul di diriku apalagi aku belum menamatkan pendidikan ku dibangku kuliah ini, apalagi ketika aku harus berkali-kali kecewa karena akhir-akhir ini semua pesan-pesan ku diabaikan olehnya sedangkan semua pesan-pesan dari wanita itu selalu saja dia jawab.

Aku merasa menjadi semakin jauh dengannya dan sempat membuat ku berpikir kenapa aku merasa sangat cemburu padahal dia bukan siapa-siapa aku, dan bahkan dia pun tak tahu perasaan ku ini kepadanya. Aku tidak berani mengungkapkan perasaan ku ini semua rasa bahagia, sakit hati, kecewa dan juga sedih hanya aku sendiri yang merasakannya.

Aku hanya bisa menangis dan marah-marah sendiri bahkan sampai menyalahkan diri ku sendiri yang bingung mengapa bisa-bisanya aku memiliki perasaan seperti ini. Jujur aku jatuh cinta kepada dirinya bukan karena materi tetapi dari kepribadiannya karena menurut ku dia laki-laki yang dewasa, pekerja keras, ibadahnya bagus dan menghargai setiap wanita. Aku sempat merasa bahwa dialah sosok laki-laki yang selama ini aku cari walaupun aku belum sepenuhnya mengenal kepribadiannya.

Aneh, mungkin itu yang akan dikatakan oleh saudara-saudara ku apabila aku menceritakan perasaan ku ini tetapi bukankah perasaan seperti ini wajar-wajar saja dan bahkan normal. Ingin rasanya menghapus semua perasaan ini tetapi aku tak mampu untuk menghapus bayang-bayang dirinya dipikiran ku, bahkan setiap kali aku ingin berusaha melupakannya dia selalu hadir di dalam mimpi ku.

Setiap malam aku hanya bisa mencurahkan kegundahan ku ini kepada Sang Maha Pencipta karena aku pun tak tahu harus kepada siapa lagi aku bercerita. Tuhan...apa yang sebenarnya terjadi? Baru kali ini aku merasakan hal seperti ini, apakah aku salah karena telah memiliki perasaan seperti ini kepadanya? Apakah suatu saat nanti aku bisa bersamanya? Pertanyaan demi pertanyaan aku berikan kepada-Nya sampai tak terasa air mata ini menetes di pipiku.

Namun seiring berjalannya waktu aku pun sadar bahwa aku harus bangkit dari semua ini dan aku harus bisa mengendalikan emosi ku seperti yang aku pelajari dibangku kuliah ku ini, aku tidak boleh egois dan memaksakan kehendak karena aku tak boleh memaksanya untuk jatuh cinta juga kepadaku. Di saat hatiku sedang sedih, ayah ku memberikan nasihat kepadaku tentang kehidupan bahwa bila kita ingin hidup tenang dan bahagia maka hanya ada satu kuncinya yaitu “Tulus” maka dengan begitu hati kita pun menjadi tenang serta masalah demi masalah yang kita hadapi akan terasa ringan.

Awalnya berat bagi ku tetapi pencerahan yang ayah ku berikan sedikit demi sedikit bisa aku jalani dan memang benar hasilnya aku menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Aku tulus mencintainya dan aku pun selalu mendoakan yang terbaik untuknya karena ini bukanlah salah siapa-siapa, apalagi dia yang tak tahu bagaimana perasaanku ini kepadanya hanya saja ini merupakan suratan takdir yang harus aku lalui mungkin supaya aku bisa menjadi lebih dewasa lagi.

Di setiap doa aku pun berharap semoga suatu saat nanti dia mendapatkan kebahagiaannya begitu juga dengan diri ku karena aku tak pernah menyesali pernah bertemu dengannya dan memiliki perasaan ini kepadanya. Aku juga tak pernah membencinya karena tak ada alasan untuk ku menbencinya, aku sungguh tulus mencintainya apa adanya dia.

Disini aku mencurahkan seluruh perasaan ku ke dalam bentuk tulisan karena hanya itu yang bisa aku lakukan untuk mengenangnya, dalam hati ku selalu berkata “Maafkan aku karena aku telah berani mencintaimu”. Aku masih berharap suatu saat nanti bisa bertemu lagi dengannya seperti apa pun keadaannya sekarang karena aku masih sayang dia.

Aku ingin melihat senyumannya lagi dan aku juga ingin mendengar suaranya yang lembut itu, meski aku tahu bahwa aku tak bisa memiliki dirinya tetapi aku bahagia karena aku pernah mencintainya. Aku pun selalu berharap semoga dia masih ingat bahwa dia pernah bertemu dan juga mengenal diriku.

Ku tutup buku ini dan ku simpan baik-baik supaya tak ada yang tahu hal ini, biarlah hanya aku dan Tuhan saja yang mengetahuinya. Biarlah aku dianggap pecundang dan biarlah aku menjadi pengagum rahasia mu. Ku hapus air mata ini yang tak terasa menetes di pipiku dan aku pun merasa lebih baik begini karena aku tak mau bila aku mendapatkan dirinya tetapi dia tak bahagia dengan ku. Biarlah aku yang menderita tetapi dirimu bisa bahagia dengan pilihan mu nanti.


-The End-


P.S : Baru nyoba-nyoba nulis cerita jadi kalau jelek ceritanya maaf yah... Mohon komentarnya tapi yang membangun yah hehehe... :)

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer